Oleh: Deddy Sussantho
“Mana yang selama ini paling kita optimalkan, mata atau telinga?”
Tidak mudah memang menjawab pertanyaan di atas. Pasalnya, kedua indera itulah yang menjadi andalan bagi kita dalam menyerap informasi.
Baik, mungkin banyak di antara kalian yang menjawab mata, tapi tidak sedikit pula yang menjawab telinga. Supaya tidak berlarut, analoginya seperti ini: Ketika mendengar siaran radio, kita tidak cukup terganggu meski hanya suara yang diperdengarkan, tanpa gambar visualisasi. Namun tidak demikian ketika menonton siaran televisi. Kita tidak akan dapat menikmati siaran yang tanpa suara, bukan?
Ya, selama ini, sadar atau tidak, telinga memiliki peran penting dalam menyerap informasi ketimbang mata. Kalau mata selayang pandang, maka telinga selayang dengar. Penglihatan bisa saja salah, namun tidak dengan pendengaran. Pendengaran tidak dapat dihalangi meski di depannya ada sebuah tembok. Tapi tidak demikian dengan penglihatan, ia tidak berfungsi manakala di depannya terdapat penghalang.
