Oleh: Deddy Sussantho
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).
[QS. Al-Anfaal (8): 60]
***
Seorang Muslim adalah seorang pejuang. Kakinya berpijak pada kebenaran, sementara tangannya menebas kemungkaran. Hari-harinya adalah peperangan. Langkahnya penuh perjuangan. Menatap depan dengan penuh kesabaran. Melihat belakang dengan penuh keikhlasan.Hari-hari seorang Muslim adalah peperangan. Namun perang yang dimaksud, dalam lingkup global, bukan semata saling tebas dengan pedang, bukan pula harus ada pertumpahan darah dan aniaya. Perang di sini berarti memperjuangkan kebenaran dengan sepenuh hati dan usaha yang pasti. Sementara kemungkaran sudah pasti jadi oposisi.
