Bersama Kita Bisa... Kita Bisa Karena Kita Ada... Kita Ada Karena Kita Juara...

Bersama Kita Bisa... Kita Bisa Karena Kita Ada... Kita Ada Karena Kita Juara...

Senin, 12 Juli 2010

KARENA SURGA ATAU RIDHO-NYA?

Senin, 12 Juli 2010
Oleh: Deddy Sussantho


  Di sebuah kajian keislaman beberapa waktu lalu, yang saya juga berada di dalamnya, terjadi selisih paham antara moderator dengan pembicara. Hal ini terkait sebuah pertanyaan yang berujung pada pernyataan yang membahas tentang motivasi berdakwah.

Sang pembicara menegaskan bahwa ketika seseorang berdakwah, surgalah balasannya. Bagaimana tidak, Allah SWT telah menjanjikan hal itu. Akan tetapi, sang moderator rupanya agak keberatan manakala surga dijadikan tujuan dalam berdakwah. Menurutnya, tujuan amal seseorang hendaknya bukan karena menginginkan surga, melainkan ridho-Nya. Lalu kembali pembicara menambahkan, bahwa ketika seseorang beramal lantaran menginginkan surga itu masih diperbolehkan. Tak lupa ia juga menyebutkan sebuah judul buku sebagai rujukan. Seolah tak ingin kalah, salah seorang peserta pun ikut menjawab dengan maksud ingin menengahi. Ia berkata bahwa semua landasan niat itu tergantung atas tingkatan cinta pada-Nya.

Surga. Ridho-Nya. Tingkatan cinta. Tidakkah kalian rasa ini sangat menarik?

0 komentar

Sabtu, 10 Juli 2010

KETUA BARU UNTUK SEMANGAT BARU

Sabtu, 10 Juli 2010
Kamis (8/7), ketua tim formatur, Boby Rahman (22), mengangkat Dicky Rinaldy (19), sebagai Ketua Lembaga Dakwah Kampus Komisariat Dakwah Ushuludin dan Dakwah (KomDa UsWah) UIN Syahid Jakarta periode 2010-2011. Dicky terpilih setelah mengalahkan dua kandidat lainnya dalam Musyawarah Komisariat Dakwah (MusKomDa) UsWah di Masjid al-Muhajirin, Ciputat, Tangerang. Saat yang sama, Eli Alawiyah (20) diangkat sebagai Ketua Keputrian KomDa UsWah yang baru.

Proses pemilihan berlangsung sangat seru dengan sebelumnya dilakukan konsolidasi dan verifikasi pada calon-calon terkait. Ketua KomDa sebelumnya, Deddy Sussantho (20), menerangkan bahwa semua calon memiliki kompetensi dan kapabilitas yang baik untuk memimpin KomDa ke depan.

Setelah pengangkatan, acara dilanjutkan dengan serah terima jabatan secara simbolik dan pengambilan sumpah dari Ketua KomDa UsWah sebelumnya kepada Dicky. Hal yang sama dilakukan Diah Anggraini (21), Ketua Keputrian sebelumnya, kepada Eli.

Banyak yang berharap dengan kepengurusan baru ini dapat membawa angin segar ke arah pembaharuan kemajuan bagi KomDa UsWah ke depan.

"Bersama kita bisa, kita bisa karena kita ada, kita ada karena kita juara!" tutur Deddy saat ditanya moto KomDa di awal acara.(Ded)

0 komentar

Rabu, 16 Juni 2010

MATA AIR KEBAHAGIAAN

Rabu, 16 Juni 2010
Oleh: Deddy Sussantho

“Apa itu kebahagiaan?”

Pertanyaan itulah yang membuat orang itu mencari seorang guru. Ia sangat ingin tahu jawaban atas pertanyaan yang muncul di benaknya itu. Padahal, bisa dibilang apa yang menjadi impiannya sudah ia dapatkan. Namun rumah besar, mobil mewah, isteri yang cantik, kekayaan yang melimpah, dan segala yang dimilikinya saat ini masih belum mampu membantu menjawab pertanyaan yang satu itu.

Pada akhirnya, bertemulah orang itu dengan seorang sufi. Dengan penjelasan panjang lebar, akhirnya orang itu diterima sebagai murid orang sufi tersebut. Tanpa basa-basi lagi, orang itu kembali bertanya, “Apa itu kebahagiaan?”

Orang sufi tidak langsung menjawab. Anehnya, ia malah menyuruh orang itu membuat danau yang jernih. Ia berjanji kepada orang itu akan memberi jawabannya apabila orang itu mampu membuatnya.

0 komentar

TIGA ASPEK PEPERANGAN

Oleh: Deddy Sussantho

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).
[QS. Al-Anfaal (8): 60]

***
Seorang Muslim adalah seorang pejuang. Kakinya berpijak pada kebenaran, sementara tangannya menebas kemungkaran. Hari-harinya adalah peperangan. Langkahnya penuh perjuangan. Menatap depan dengan penuh kesabaran. Melihat belakang dengan penuh keikhlasan.


Hari-hari seorang Muslim adalah peperangan. Namun perang yang dimaksud, dalam lingkup global, bukan semata saling tebas dengan pedang, bukan pula harus ada pertumpahan darah dan aniaya. Perang di sini berarti memperjuangkan kebenaran dengan sepenuh hati dan usaha yang pasti. Sementara kemungkaran sudah pasti jadi oposisi.

0 komentar

SUNGGUH-SUNGGUH

Oleh: Deddy Sussantho

Apa itu sungguh-sungguh? Pertanyaan itu dilontarkan Haikal Hassan, trainer sekaligus dosen, saat mengisi training motivation di LDK UIN beberapa waktu lalu.

Pelbagai jawaban disuguhkan peserta: serius, tidak kenal lelah, semangat, dan lain sebagainya. Namun semua jawaban tidak ada satu pun yang benar. Menurut Sang Motivator, sungguh-sungguh adalah usaha kita melampaui batas kemampuan.



0 komentar